Berat badan bayi seringkali menjadi salah satu acuan untuk mengukur kondisi kesehatan bayi. Meskipun begitu, Moms dan Dads perlu menyadari jika ada banyak hal yang mempengaruhi berat badan bayi. Saat lahir, berat badan bayi bisa dikatakan normal jika berada dalam kisaran 2500 - 4500 gram. Berat badan ini dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari genetik, kesehatan ibu selama kehamilan, serta nutrisi yang diberikan saat si kecil masih berada di dalam kandungan.
Berat badan si kecil akan berubah seiring dengan tumbuh kembangnya. Umumnya, berat badan bayi akan sedikit berkurang pada minggu pertama setelah lahir. Namun Moms dan Dads tak perlu khawatir, karena berat badannya akan kembali meningkat pada minggu kedua.
Seiring dengan tumbuh kembang bayi, Moms dan Dads perlu memantau perkembangan berat badannya agar tetap ideal. Salah satu acuan berat badan bayi ideal yang bisa Moms dan Dads gunakan sebagai panduan adalah Kartu Menuju Sehat (KMS).
Selain mengamati berat badan bayi, Moms dan Dads juga perlu memperhatikan tinggi atau panjang bayi, serta lingkar kepalanya. Hal ini penting untuk mendeteksi sejak dini jika terdapat pertumbuhan yang tidak ideal pada anak. Terdapat beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kurangnya berat badan si kecil. Pertama, kurangnya asupan ASI. Kedua, kurangnya kualitas dan kuantitas MPASI setelah usia 6 bulan sehingga menyebabkan terjadinya gangguan kenaikan berat badan.
Kurangnya berat badan dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi. Jika berat badan si kecil berada di bawah berat badan ideal, maka tak ada salahnya melakukan beberapa tips untuk menaikkan berat badan bayi berikut ini:
Tingkatkan Kualitas ASI
Bagi bayi berusia 0-6 bulan, ASI adalah sumber nutrisi satu-satunya. Karena itu, Moms dan Dads tidak boleh menyepelekan kualitas ASI. Bagi ibu menyusui, sebisa mungkin konsumsi makanan yang mengandung lemak sehat, karena telah terbukti bahwa kandungan lemak ASI bergantung dengan asupan lemak ibu. Ibu tidak masalah untuk mengonsumsi makanan yang beragam, asalkan tidak berpotensi menimbulkan alergi pada anak. Jauhi makanan cepat saji yang tinggi bahan pengawet. Selain itu, selalu konsumsi banyak air putih untuk mencegah ibu mengalami dehidrasi yang bisa mengganggu produksi ASI.
Frekuensi Pemberian ASI
Setiap bayi punya kebutuhan asupan ASI yang berbeda-beda, yaitu, ASI deiberikan secara “on demand” tapi umumnya bayi di atas usia 2 bulan akan meminta ASI setiap dua hingga tiga jam sekali. Frekuensi pemberian ASI pada bayi tentunya akan mempengaruhi berat badannya. Semakin sering si kecil menerima ASI, maka akan semakin bertambah berat badannya.. Si kecil biasanya akan menunjukkan tanda ketika ia lapar atau kenyang, Moms dan Dads bisa memperhatikan tanda-tanda ini untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk memberikan ASI.
Berikan MPASI Tepat Waktu
Makanan Pendamping ASI (MPASI) tepat waktu sangatlah penting untuk meningkatkan berat badan bayi. Waktu pemberian MPASI yang tepat adalah saat anak telah menginjak usia minimal 4 bulan dan maksimal usia 6 bulan dilihat dari tanda kesiapan si kecil. Pemberian MPASI lebih cepat atau lebih lama dari usia yang disarankan dapat berisiko menimbulkan gangguan pertumbuhan. Selain waktu pemberian yang tepat, Moms dan Dads juga perlu memperhatikan menu MPASI yang hendak diberikan untuk si kecil.
Usahakan selalu agar MPASI mengandung karbohidrat, protein dan lemak. Sekarang ini sudah ada banyak menu MPASI yang bisa Moms dan Dads cari di internet, meskipun demikian, pilihlah menu yang berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Untuk menambah berat badannya, Moms dan Dads bisa menambahkan sumber lemak baik dalam menu MPASI si kecil seperti minyak zaitun.
Nah itu tadi beberapa tips menambah berat badan bayi yang bisa Moms dan Dads coba. Dengan berat badan yang ideal, maka proses belajar si kecil tidak akan terganggu. Karena itu, jangan lupa untuk selalu mengukur berat dan panjang badan si kecil secara rutin ya!