Gadget bukan hanya mainan orang dewasa, anak-anak pun belakangan ini banyak yang mulai memainkan perangkat elektronik mahal ini. Alasan orangtua beragam, dari mulai sebagai sarana hiburan, hingga dijadikan sebagai mainan edukatif lewat beberapa aplikasi yang dipasang di dalamnya.

Tapi sayang Mom, dibalik beberapa manfaat yang dijanjikan, gadget justru menyimpan sejumlah potensi bahaya, salah satunya membuat Si Kecil terlambat bicara.

Apa Itu Terlambat Bicara?

Terlambat bicara atau speech delay merupakan kasus keterlambatan berbicara yang dialami anak (oleh dr. Anna Tjandra, Sp. A(K)). Si Kecil sendiri masuk dalam kategori terlambat bicara jika perkembangannya sama dengan anak lainnya yang berusia 3 bulan lebih muda dari usia Si Kecil.

Misalnya, jika usia Si Kecil saat ini 12 Bulan, tapi perkembangan bicaranya masih kalah dengan anak-anak yang berusia 9 Bulan, maka bisa dipastikan dia mengalami gangguan terlambat bicara.

Mengenai waktu normalnya, Anna menjelaskan jika Si Kecil sebenarnya sudah mulai berbicara seja usia 3 bulan dengan mengeluarkan suara-suara khas bayi. Setelah itu, di usia 4 bulan, Si Kecil biasanya sudah mulai bubbling dan menjelang 11 Bulan dia sudah bisa menirukan kata diucapkan orang disekitarnya.Di usia 12 bulan, Si Kecil umumnya sudah mulai mengucapkan kata-kata yang dia mengerti, misalnya Mama untuk memanggil Mom, atau Papa untuk memanggil Dads.

Nah jika perkembangan Si Kecil berbeda jauh dengan tahap-tahap tersebut, bahkan masih belum bisa berucap saat usianya menginjak 1 tahun, Mom harus benar-benar waspada. Bisa jadi Si Kecil membutuhkan speech therapy untuk mengatasi masalah ini.

Benarkah Gadget Bisa Sebabkan Si Kecil Telat Bicara?

Mengenai penyebabnya, speech delay atau terlambat bicara bisa disebabkan karena beberapa hal, dari mulai faktor fisik, seperti masalah pendengaran, keterlambatan perkembangan psikomotor umum, kerusakan pada otak, down syndrome, atau autis atau kelainan organ bicara. Selain itu, terlambat bicara pun bisa disebabkan karena Si Kecil kurang mendapat stimulasi dari orang-orang terdekat.

Kasus speech delay seperti ini umumnya banyak dialami anak-anak di perkotaan( oleh ut Dr. Rose Mini, M.Psi., psikolog sekaligus pemilik ESSA Consulting). Alasannya, waktu orangtua yang terlalu banyak dihabiskan untuk bekerja, membuat Si Kecil kurang mendapat stimulasi yang memadai, sehingga dia pun akan mengalami keterlambatan bicara.

Kondisi ini makin diperparah dengan banyaknya orangtua yang memberikan Si Kecil berbagai mainan yang membuat mereka pasif dan anteng dengan dunianya, atau lebih memilih memberikan gadget dan televisi dengan berbagai program yang membuatnya betah sendiri di rumah.

Masalah terlambat bicara umumnya disebabkan karena Si Kecil kurang mendapat stimulasi secara langsung (oleh Annelia Sari Sani, MPsi, psikolog dari TigaGenerasi).

Misalnya, saat Mom dan Dad sibuk bekerja dan menitipkan Si Kecil pada pengasuh. Disinilah masalahnya. Karena mungkin si pengasuh tidak kuat harus menghadapi tingkah Si Kecil yang aktif, akhirnya dia memberikan gadget atau menyetelkan TV agar Si Kecil tenang.

Dengan kata lain, gadget dan televisi hanya sebagai faktor tidak langsung. Sementara faktor paling utama Si Kecil terlambat bicara, adalah masalah stimulasi dan orangtua sendiri.

Apakah Harus Menjauhkan Si Kecil dari Gadget?

Moms tidak perlu mencabut total gadget yang biasa dimainkan, tapi batasi saja waktunya hingga 1-2 jam per hari saat hari-hari biasa, dan jauhkan Si Kecil dari gadget di akhir pekan atau saat acara kumpul keluarga (oleh dr Alinda Rubiati Wibowo SpA (K)).

Hal ini sesuai dengan anjuran Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yang menyebut waktu ideal bagi Si Kecil bermain dengan gadget adalah, 1-2 jam per hari. Sementara sisa waktunya sebaiknya digunakan untuk bermain bebas sebanyak mungkin, terutama bermain dengan teman-temannya.Kalau lebih memilih membiarkan Si Kecil bermain di dalam rumah, jangan lupa untuk terus berkomunikasi dengannya. Hal ini pun berlaku saat Si Kecil dipegang oleh pengasuh, dimana Mom bisa mewajibkan mereka untuk menemaninya bermain dan mengajaknya bicara.

Untuk menambah pembendaharaan kata-katanya, Mom bisa membacakan cerita atau dongeng pada Si Kecil, mengajaknya bermain boneka tangan dan lainnya. Intinya, berikan terus stimulasi secara langsung untuk menunjang perkembangan bicara Si Kecil.

Kapan Harus Melakukan Speech Therapy?

Mengacu pada Milestone Listen, Learn, & Talk, dengan range usia 19-24 bulan, seharusnya Si Kecil sudah memahami 10-20 kata termasuk nama orang, bisa menyebutkan nama objek dari foto atau gambar, sudah bisa menggunakan kalimat yang terdiri dari 2 kata dan sudah bisa mengungkapkan keinginannya.

Selain itu, Si Kecil pun sudah bisa mengucapkan kalimat where question seperti mana bola, sudah bisa mengenali dan menunjuk anggota tubuhnya, mampu membedakan lagu, melakukan perintah yang mengandung 2 actions seperti ambil bola dan lemparkan dan lainnya.

Nah, saat Si Kecil belum bisa melakukan beberapa hal diatas, padahal usianya sudah menjelang 2 Tahun, sebaiknya Mom segera berkonsultasi dengan dokter, atau bisa langsung mendatangi lembaga Speech Therapy terdekat.