
Karena Wendy tergolong anak yang pandai jadi ia mendapat kerjaan di perusahaan terbaik di ibukota, sedangkan Luis menetap di kota kelahirannya. Dengan menjalin hubungan LDR, mereka berusaha menghemat uang untuk tabungan membeli rumah, mobil dan biaya nikah.

Karena butuh uang pun, masing-masing jadi sering lembur sampai tengah malam dan komunikasi antar mereka jadi kurang terjaga dengan baik.
Tapi tidak disangka belum hampir setahun, Wendy pun menghubungi Luis untuk minta putus.

"Mohon penjelasannya sayang, kenapa kamu putusin aku tiba-tiba? Tahukah kamu, tiap hari aku kerja mati-matian demi membangun masa depan kita berdua?"
"Maaf, keputusanku sudah bulat. Aku mau menjalani hidup dengan pria yang lebih kaya saja, aku cape hidup begini terus!"
Mendengar ucapan Wendy, Luis pun jadi depresi, kehilangan semangat hidup bahkan sampai ia berhenti berkerja.
"Kalau begini, sia-sialah apa yang sudah aku bangun selama ini!"
Disakiti seperti itu membuat luka yang dalam untuk Luis, ia tahu bahwa ia hanya pria sederhana yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pacar baru Wendy yang punya mobil sport mahal.

Berita mengejutkan dari mantannya
Tak terasa 10 tahun berlalu, kondisi Luis semakin pulih seiring berjalannya waktu. Oleh dukungan keluarga dan teman-temannya berhasil membalikan semangat hidup Luis yang telah hilang. Namun ia masih belum punya keberanian untuk memulai suatu hubungan yang baru dengan wanita lain.
Siang itu Luis membaca surat kabar dan terkaget karena menemukan wajah yang sangat familiar. Ya wanita itu adalah mantannya, Wendy.
Yang lebih mengagetkan lagi adalah Wendy diberitakan mati bunuh diri, dikarenakan ia tidak memiliki hidup yang bahagia, lalu pacarnya sering memukulnya bahkan memaksanya untuk aborsi.
Ditambah faktor lain karena Wendy hamil di luar nikah, keluarganya malu dan tidak mau mengakui dia sebagai anak lagi. Karena sudah tidak punya orang yang mengasihi dirinya lagi, akhirnya ia memutuskan bunuh diri.

Jasad Wendy pun tidak ada orang yang mau mengurusnya, akhirnya setelah selesai membaca surat kabar tersebut Luis langsung bergegas mengunjungi pihak polisi untuk menyatakan bahwa ia bersedia sebagai penanggung jawab kematian Wendy.
Menemukan surat terakhir dari Wendy

Singkat cerita Luis mengurus semua kematian Wendy seorang diri dan saat ia berada di kantor polisi, pihak kepolisian melaporkan bahwa mereka menemukan sebuah surat yang diduga pesan terakhir sebelum Wendy bunuh diri.
Waktu Luis membaca surat itu, seketika itu juga air matanya langsung turun membasahi pipinya.
Isi surat terakhir dari Wendy berisi:
Untuk siapapun yang membaca surat ini, aku harap surat ini bisa dibaca ke tangan orang yang tepat.
Pertama, aku mau minta maaf terlebih dahulu buat keluargaku yang telah melahirkan dan membesarkanku, tapi aku malah membalas semua balas budimu dengan 'aib-ku'
Kedua, aku mau minta maaf untuk pacarku yang selalu menyakitiku, aku tahu aku hanya wanita miskin dan polos yang terlalu mudah terkena rayuanmu. Ketika kau membaca suratku ini aku harap, aku adalah korban yang pertama dan terakhir karena kebusukan sikapmu.

Ketiga dan yang terakhir, aku mau minta maaf untuk pria cinta pertamaku yang jauh di sana. Aku menyesal karena sudah menukarkan kemurnian cintamu dengan harta yang bersifat fana. Aku bodoh, aku gila harta, aku ……….. Satu kata terakhir untukmu, seandainya jika aku bisa mengulang waktu kembali, aku hanya ingin hidup dan membangun masa depan bersamamu!
Selamat tinggal
Wendy
Sumber: life.bldaily