Ibu adalah guru yang paling berjasa dalam kehidupan kita.

Ibu yang baik adalah ibu yang mendidik kita dengan "3 kata" ini

1.Tenang

Banyak ibu yang matanya jeli, sekali ia melihat anaknya ada masalah atau berbuat salah, sang ibu langsung menyalahkan anak itu terus-terusan, membesarkan masalahnya di hadapan orang lain. Bahkan mengeluh "anak saya tidak baik" di depan orang lain.



Saat melihat kebaikan ataupun keburukan anak, sebagai ibu sebaiknya jangan panik. Kenapa?
Karena anak memerlukan perlindungan ibu dan ibu yang emosinya baik.

Ibu yang hanya bisa menyalahkan akan membuat anak belajar membangkang, atau mungkin sebaliknya, ia tidak berani mengeluarkan pendapatnya karena disalahkan terus menerus. Ia perlahan akan menjadi anak yang kekurangan rasa percaya diri.

Tenanglah dan berbicara baik-baik dengan anak, agar anak bisa bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, belajar menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

Bila ibu emosian, seluruh isi rumah juga akan kacau balau.

2.Lemah

Ibu harus memperlihatkan diri 'lemah' di hadapan anak. Lemah yang dimaksud disini adalah ibu yang tidak mengerjakan segala urusan anak. Jangan ikut campur dalam segala urusan anak, jangan mengerjakan semua hal anak.



Biarkan anak mengerjakan sendiri, jangan mencemooh anak bila ia tidak bisa, tapi bantulah dan berikan pujian bila ia telah mencapai suatu keberhasilan.

Ibu yang bisa segalanya akan membuat anak tidak bisa percaya diri.

Minta tolong bantuannya dalam segala hal, jangan lupa berikan pujian, itu akan menambah rasa percaya dirinya.

Bila segalanya dikerjakan oleh ibu, anak perlahan demi perlahan akan bertumbuh menjadi 'anak mami', anak yang tidak bisa berjuang sendiri, bergantung pada ibunya.

3.Baik hati

Di depan anak, janganlah teriak-teriak dan menggunakan tangan (memukul).

Ibu yang cerewet terus-terusan akan membuat anak merasa rumah bukanlah tempat yang nyaman. Saat mereka kehilangan arah, mereka tidak akan mempercayai ibu dan menganggap ibu bisa memandu mereka.



Ibu yang sejati adalah ibu yang baik, penyayang, ibu yang bisa toleran dan memaklumi anak.

Cara sikap ibu mendidik anak akan berpengaruh pada pertumbuhan anak.


Ada pepatah dari Tiongkok, "Sebagai ibu, janganlah takut anda tidak cukup mencintainya. Tapi yang harus di takuti adalah ibu yang hanya bisa memanjakan anaknya, dan tidak tahu bagaimana mendidik anaknya."

Nilai pelajaran anak jelek terus? Anak kurang bisa belajar?

Alasannya bukan karena anak bodoh, tapi karena masalah perasaan.

Anak tidak mau belajar atau kurang bisa belajar mungkin karena ada perasaan/emosi negatif yang menghantuinya.

Orang tua yang depresi atau tidak sabar, itu lebih mengerikan daripada masalah belajar anak.

Asalkan hati anak tenang, mereka bisa belajar, menyerap ilmu dan berpikir logis.

Sebagai ibu, ingat, tenangkan hati jangan biarkan emosi kamu meledak-ledak. Karena kamulah pendidik pertama anak dalam kehidupan mereka.

Mungkin tidak boleh membebankan beban ini kepada ibu, tapi orang tua. Jadi, ayah dan ibu harus saling bekerja sama dalam mendidik anak.

Sumber: cmoney