Santi, wanita 22 tahun ini hamil tidak lama setelah menikah. Dengan dampingan mertuanya, Santi akhirnya berhasil melahirkan bayi laki-laki yang montok. Setelah melahirkan, Santi resmi menjadi mama baru, ia tak hentinya memanjakan anaknya sampai-sampai suaminya cemburu! Hehe…



Tapi tak lama kemudian, perutnya selalu berbunyi keroncongan, awalnya ia mengira ini efek samping sehabis melahirkan, jadi ia tetap makan dengan lahap. Namun setelahnya, apa yang dia makan pasti dimuntahkannya kembali. Ditambah lagi, perutnya makin membesar.



Padahal tidak makan banyak, kok perut makin membesar? Santi mulai takut dan berpikir,"Apa ini efek samping dari melahirkan?" Segeralah Santi dan suaminya memeriksa ke dokter. Tak disangka hasil pemeriksaan sangat mengejutkan!

Ternyata Santi HAMIL lagi!

Bahkan ia sudah hamil 3 bulan. Bila dihitung dari umur kandungan, Santi hamil sejak masa nifas (Masa nifas adalah masa yang dihitung setelah seorang ibu melahirkan, hingga 6 minggu sesudahnya). Lebih-lebih, kandungannya itu anak kembar!

Semuanya terdiam seketika, kok masa menyusui bisa hamil?

Dokter itu pun menjelaskan,"Masa menyusui, walaupun haid tidak datang, tapi tidak berarti tidak ada proses pelepasan sel telur (ovum), bila tidak memakai alat kontrasepsi, kemungkinan hamil lebih besar dari biasanya."



Dokter pun bertanya,"Apa kamu tidak merasa air ASI berkurang?  Kamu tak sadar perut makin membesar?"

Santi pun menjawab malu,"Orang-orang bilang kalau air ASI berkurang tinggal banyakin minum susu bubuk. Kalau perut, saya kira saya makin gendut, Dok. Kalau bukan karena sering mual dan keroncongan, bisa-bisa saya masih tidak tahu saya hamil, Dok!"

Dokter sambil geleng-geleng kepala berkata,"Kamu harus tahu, hamil saat masa nifas sangat membahayakan nyawa!"

Menghadapi kejutan tak diundang ini, suami istri muda itu bingung harus senang atau sedih. Orang tua mereka pasti senang cucunya bertambah, tapi yang bikin bingung itu kalau kandungan nya itu kembar laki-laki, berarti mereka ada 3 bayi laki-laki, bagaimana bisa membiayai biaya mereka nanti? Belum lagi popok, susu, peralatan bayi lainnya. Santi pun menangis tak bersuara.

Sumber: BH