
Rismawati pun berharap agar anak-anaknya mendapatkan yang terbaik. Dengan berurai air mata, Rismawati yang hanya seorang penjual tempe bercerita, “Anak lelaki saya ingin jadi TNI. Tapi apa iya anak tukang tempe jadi TNI.” Terlihat raut yang sedih dengan hati yang hancur karena merasa dirinya tidak dapat membahagiakan putra putrinya.
Ibu ini kemudian beranjak ke dapur ala kadarnya yang bercampur dengan kamar mandi untuk menyiapkan makanan bagi keluarganya. Makanan sederhana berupa tumis kangkung yang tadi telah dipetik bersama anak perempuannya dan sisa tempe yang tidak laku dijual, dia racik menjadi makanan lezat bergizi. Makanan tersebut mereka nikmati dengan hati tulus menjadi cara keluarga ini bersyukur atas pemberian Tuhan.

Doa seorang ibu turut dinaikkan bagi keluarga dan anak-anaknya, “Ya Allah, mudah-mudahan hidup kami bisa lebih baik, diberi jalan yang bagus. Semoga anak ibu jadi anak yang sholeh berbakti kepada orangtua, yang berbesar hati.”
Dia bersyukur mempunyai anak-anak yang selalu ada bersamanya. Melihat anak-anak yang tumbuh dengan baik, menjadi penyemangat hidup Risma. Dia pun berharap, “Insha Allah ingin punya rumah sendiri yang layak, buat anak-anak saya. Saya berdoa pada Allah semoga hidup kami tercukupi. Mudah-mudahan anak saya bisa lebih baik kehidupannya daripada saya. Gak ngerasain susah, biar gak dihina orang.”
Inilah yang membuat Rismawati terus berjuang sebagai penjual tempe yang dia buat sendiri. Tuhan selalu mempunyai rencana indah bagi setiap insan ciptaan-Nya, namun hanya mereka yang sabar dan yakin yang akan mendapatkannya. Semoga keluarga Ibu Risma diberi kesehatan dan semoga cita-cita anak lelakinya dapat terwujud.
Sumber : Youtube