Seiring bertambahnya usia, tentunya semakin terbuka lebar pula cela bagi berbagai jenis penyakit untuk menyerang tubuh kita. Apalagi bila pola makan dan makanan yang masuk ketubuh tidak beraturan, ditambah jarang berolahraga, belum lagi karena terlalu sering menggunakan smartphone, maka jangan heran bila tubuh akan sangat rentan terserang penyakit. Salah satu ancaman kesehatan terbesar yang sering menyerang seiring bertambahnya usia yaitu sakit tulang belakang dan leher.

3 Gejala Leher Kaku atau Spondilosis Servikal

1. Gejala Leher

Leher akan terasa nyeri, bengkak dan kaku. Jika kamu bangun terlalu pagi, terlalu lelah, atau postur tidur tidak benar, lehermu akan semakin tidak nyaman. Ketika bergerak, lehermu akan mengeluarkan suara. Pijitlah lehermu untuk melemaskan otot leher.




2. Gejala Pundak

Bahu terasa berat dan nyeri, otot bahu kaku. Jika postur tubuh tidak tepat, maka akan semakin sakit.

3. Gejala Punggung 

Otot punggung kencang dan kaku, ketika postur tidur salah dan terlalu lelah, maka akan semakin parah. Jika dipijit maka akan terasa lebih nyaman.



Bagaimana Cara Mengatasi Leher Kaku Ala Rumahan

Kompres Air Panas dan Dingin

Cara lain yang mudah untuk mengatasi nyeri leher akibat spondilosis servikal adalah kompres panas dan dingin secara bergantian pada daerah yang terkena. Kompres panas akan meningkatkan sirkulasi darah dan mengendurkan otot sakit. Kompres dingin akan mengurangi pembengkakan dan peradangan.




1. Untuk membuat kompres panas, bungkus kantong air panas dengan handuk tipis.

2. Untuk membuat kompres dingin, bungkus beberapa es batu dengan handuk tipis.

3. Letakkan kompres panas pada daerah yang terkena selama 2 sampai 3 menit.

4. Angkat dan letakkan kompres dingin selama 1 menit.

5. Ulangi proses ini selama 15 sampai 20 menit.

6. Lakukan cara sederhana ini beberapa kali sehari sampai kamu mendapatkan rasa lega.

Catatan: Jangan gunakan kompres panas jika daerah yang terkena merah dan iritasi. Hindari kompres dingin jika kamu memiliki masalah peredaran darah.

Bawang Putih

Bawang putih memberikan hasil yang baik jika sudah menyangkut tentang gejala spondilosis servikal. Sifat anti-inflamasi dan analgesik yang dikandungnya membantu mengobati nyeri, pembengkakan dan peradangan pada leher dan sekitarnya.




– Makan beberapa siung bawang putih mentah pada saat perut kosong setiap pagi dengan air. Kamu juga dapat meminum kapsul bawang putih tetapi hanya setelah berkonsultasi dengan dokter.

– Pilihan lain adalah memanaskan 2 sampai 3 siung bawang putih hancur dalam panci dengan sedikit minyak sayur. Biarkan hingga dingin, kemudian gunakan untuk memijat daerah yang nyeri selama 5 sampai 10 menit. Ikuti dengan mandi air hangat. Lakukan cara ini 2 kali sehari.

Lanjutkan salah satu dari cara ini setiap hari sampai kamu sembuh sepenuhnya.

Bubuk Kunyit

Karena sifat anti-inflamasi yang dikandungnya, kunyit merupakan obat lain yang populer untuk spondilosis servikal. Selain itu, kunyit meningkatkan sirkulasi darah, yang membantu mengurangi kekakuan dan nyeri otot.



– Campurkan 1 sendok teh bubuk kunyit dalam segelas susu. Panaskan dengan api kecil selama 5 menit. Biarkan hingga dingin, kemudian tambahkan sedikit madu. Minum 2 kali sehari.

– Cara lain, minum kapsul kunyit 3 kali sehari. Konsultasikan dengan dokter untuk dosis yang tepat.


Cabai Rawit

Obat rumahan lain yang efektif untuk mengatasi leher kaku atau spondilosis servikal adalah cabai cayenne atau cabai rawit. Cabai rawit mengandung capsaicin, yang memiliki sifat analgesik serta anti-inflamasi yang membantu mengurangi nyeri dan peradangan pada leher.



– Campurkan 1 sendok teh bubuk cabai rawit dan 2 sendok makan minyak zaitun hangat. Oleskan pada daerah yang terkena. Tutup dengan perban dan biarkan selama beberapa jam atau semalam. Lakukan setiap hari.

– Atau, tambahkan 1 sendok teh bubuk cabai rawit ke dalam segelas air hangat. Minum 2 atau 3 kali sehari.

Olahraga

Salah satu penyebab utama dari spondilosis servikal adalah kurangnya olahraga teratur. Oleh karena itu, kamu dapat mengurangi nyeri dan kekakuan pada leher dan bahu dengan memasukkan olahraga fisik secara teratur ke dalam gaya hidupmu.




– Putar kepalamu dengan arah searah jarum jam maupun berlawanan arah jarum, dan anggukkan leher dari sisi ke sisi dan bahu ke bahu lainnya. Lakukan selama 10 menit 2 atau 3 kali sehari. Cara ini akan membantu mencegah nyeri leher agar tidak semakin parah.

– Kamu bahkan dapat memutar lenganmu dengan arah searah jarum jam dan berlawanan arah jarum, dan mengepal dan membuka kepalan tanganmu secara rutin untuk mengontrol rasa sakit

– Juga, lakukan latihan aerobik berdampak rendah seperti berenang atau jalan cepat selama 30 menit setidaknya 5 kali seminggu.

– Kamu juga dapat menikmati bersepeda secara teratur. Namun, pastikan untuk menjaga punggung tetap lurus saat bersepeda.

Catatan: Jika rasa sakit semakin parah saat melakukan olahraga apapun, berhenti melakukannya dan konsultasikan dengan doktermu.

Tips Tambahan

1.  Makan Chebulic myrobalan atau buah ink kecil (Haritaki) setelah makan siang dan makan malam juga akan memberikan rasa lega cepat dari nyeri dan kekakuan.

2. Hindari aktivitas fisik. Jangan lakukan apapun yang dapat memperburuk masalah, seperti angkat berat.

3. Tidur malam yang baik. Tidur pada satu bantal keras untuk mengurangi ketegangan pada lehermu; jangan menggunakan beberapa bantal. Tidur pada kasur keras, dengan posisi telentang atau miring dengan lutut ditekuk pada sudut kanan batang tubuh.

4. Pertahankan postur tubuh yang benar ketika berdiri dan duduk.

5. Makan salad yang banyak yang dibuat dengan sayuran mentah seperti tomat, wortel, kubis, mentimun, lobak dan selada.

6. Hindari makanan berlemak, pedas, dan gorengan, dadih asam, permen, gula dan kopi.

7. Berhenti merokok dan tembakau dalam bentuk lainnya. 

8. Makan makanan tinggi protein, vitamin C, kalsium dan fosfor.

9. Pakai penyangga leher dan ban leher yang lembut untuk jangka waktu yang singkat untuk mendapatkan rasa lega sementara. Jangan memakainya untuk waktu yang lama.

10. Paparkan daerah yang terkena pada sinar matahari pagi selama 10 sampai 15 menit setiap hari.

Semoga artikel ini bermanfaat yah! Jangan lupa untuk SHARE dan LIKE yah!

Sumber: How