Wanita Thailand-Amerika, Erica Jasmine Baldwin Gibson, tidak pernah tahu tentang kekayaan keluarga almarhum ayahnya, sampai dia terkejut dengan sebuah surat di awal tahun ini bahwa neneknya dari California meninggalkan 1 miliar dolar Amerika (13 triliun rupiah) dalam bentuk obligasi dan saham dari perusahaan minyak keluarga saat neneknya meninggal dunia.





Dalam sebuah cerita yang terungkap di media Thailand minggu ini, Erica yang berusia 22 tahun dan ibunya, Prakong, menceritakan kisah hidup mereka, dari bagaimana mereka ditinggalkan dengan uang seharga US $ 100 (1,3 juta rupiah) setelah ayah Erica meninggal karena kanker hati sampai akhirnya keberuntungan datang pada mereka.



Prakong, 57 tahun dari Suphanburi, mengatakan bahwa dia bertemu dengan almarhum suaminya, Kendrick Baldwin Gibson, saat bekerja di sebuah salon di daerah Sutthisan Bangkok beberapa tahun yang lalu. Orang Amerika tersebut melamar dan membawanya ke AS untuk tinggal di Hawaii, di mana mereka kemudian melahirkan Erica.




Setelah suaminya meninggal pada tahun 2000, Prakong dan putrinya berusaha untuk melewati hari-harinya. Sedikit yang diketahui tentang ibu suaminya, Dextra, kecuali saat dia membantu membayar pemakaman Kendrick.

"Selama tiga tahun suami saya menjalani pengobatan (kanker), kami menghabiskan banyak uang. Pada saat dia meninggal, saya hampir tidak memiliki uang untuk melangsungkan acara pemakamannya. Ibunya mengirimkan saya uang untuk pemakaman tersebut, tapi setelah itu, saya memutuskan untuk menghidupi diri saya sendiri.", ujar Prakong.

Menurut Prakong, bukan budaya Amerika untuk meminta bantuan dari keluarga suaminya yang telah meninggal.




Hanya mempunyai uang US $ 100, Prakong harus meminta makanan dari gereja untuk memberi makan putrinya. Kemudian dia meminta bantuan dan menerima US $ 2.000 dari pemerintah AS, yang dia habiskan untuk mengimpor produk ukiran kayu dari Thailand untuk dijual. Setelah ia kemudian mempunyai sejumlah uang, dia membuka sebuah restoran Thailand di Kauai, Hawaii.

Setelah Erica menyelesaikan sekolah menengah atas, dia memutuskan untuk tidak kuliah dan membantu ibunya mengelola restoran mereka.

Tahun ini, dia mendapat sepucuk surat dari pengacara keluarga suaminya untuk memberi tahu mereka bahwa neneknya, Dextra Baldwin Gibson, yang meninggal pada tahun 2010, membuatnya sangat beruntung.




Ketika ditanya bagaimana perasaannya, Erica hanya berkata, "Nenek masih memikirkan saya." 

"Kami masih terus menjalankan restoran kami dan tidak mengandalkan uang itu. Kita sudah menyukai apa yang kita punya. Kami tidak ingin berubah.", katanya kepada Thairath TV.

Tapi keberuntungan mereka tidak berhenti pada satu miliar dolar. Prakong juga menemukan bahwa dua bidang tanah yang dimiliki ibunya di provinsi Kanchanaburi memiliki air mineral di bawahnya. Ibu dan anak perempuannya sekarang berada di Thailand untuk memulai bisnis air mineral.

Selain itu, mereka juga menghabiskan waktunya di Thailand untuk melakukan kegiatan amal. Minggu ini, mereka menyumbangkan THB100.000 ke Pusat Kesejahteraan Thailand Phaya, yang merawat bayi yatim piatu. 

Prakong berkata, "Saya merindukannya (suami saya). Aku merindukan hal-hal besar yang telah dilakukannya. Kembali ke Thailand, saya juga ingin melakukan hal-hal besar untuk negara ini. "

Kini ditinggalkan dengan keberuntungan, Erica meminta ibunya untuk menutup restoran mereka di AS, sehingga ibunya bisa beristirahat dan tinggal di Thailand untuk menjalankan bisnis air mineral.

"Ibuku telah banyak berkorban untukku, dan aku ingin membalasnya," kata Erica.

Erica yang saat ini berumur 22 tahun berencana untuk melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi.

Wah meski sudah sangat beruntung, mereka tetap tidak lupa untuk berbuat baik yah! Semoga impian Erica dapat terwujud!

sumber: omgnews