Setelah menikah dan melahirkan anak, apakah wanita harus menjadi ibu rumah tangga mengurus anak? Seorang wanita mengungkapkan kegalauan hatinya lewat blognya bahwa calon ayah mertuanya menginginkan ia untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya setelah menikah dan berkonsentrasi mengurus anak serta memasak setiap hari.

Dan ia pun diberikan 8 juta rupiah per bulannya. Namun, netizen yang melihat postingannya mengatakan “lari!!!”



Ia menuliskan: “gaji bulananku 8 juta, gaji calon suamiku 12 juta. Kami sudah berencana melangsungkan pernikahan tanpa mengundang tamu dan hari pernikahan tinggal 1 bulan lagi.

Tapi, tiba-tiba calon mertuaku mengatakan ia akan membayar gajiku tiap bulannya, tapi aku harus jadi ibu rumah tangga mengurus anak dan memasak setiap hari untuk mereka. Kalau kamu jadi aku, apa kamu akan setuju?”



Calon mertuaku juga mengatakan jika bekerja di luar dan memiliki 2 penghasilan, selama hemat, pasti akan cukup. Ia juga memberikan 2 pilihan padaku:

1. Tetap bekerja, tinggal di rumah mertua, anak dan pekerjaan rumah diurus oleh mertua, tapi biaya perawatan sehari-hari dibagi bersama. 2. Berhenti bekerja, tinggal di rumah masing-masing dan mengurus anak.



Dan terakhir ia mengatakan, “pacarku sekarang sulit diajak berkomunikasi, pacarku malah mengira aku menambah bebannya dengan masalah ini, ia juga mengatakan, jika tidak mau mengurus anak, semuanya tidak usah. Pacarku juga telah memblokir semua nomorku, apakah aku harus tetap mencarinya?”



“Tapi, aku akhirnya berhenti mengejarnya. Bagiku, jika ia tidak menginginkanku, buat apa aku mencarinya. Walaupun aku sangat mencintainya, tapi aku merasa harga diriku diinjak. Ia seakan tidak peduli lagi terhadapku.”

Beberapa netizen yang melihat postingan ini berkomentar,

“Saya tidak mengerti, calon suami macam apa itu melarikan diri sebelum menikah”

“Jadilah wanita yang kuat, wanita harus bisa mandiri secara finansial juga walaupun sudah menikah. Jangan hanya mau bergantung dengan suami saja”

“Kalau aku jadi kamu sih mending aku cari yang lain saja”

“Kan bisa tetap bekerja sambil mengurus anak, asal ingat kewajiban sebagai istri saja”

Bagaimana menurutmu?