Kondisi ini dipicu karena ketakutan, ketidakmampuan, ketidaksiapan merawat bayi di awal kelahiran. Umumnya para ibu baru mengalami hal ini karena beberapa hari paska persalinan kandungan hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh akan menurun tajam.
Nah, berikut ini ada beberapa faktor psikis yang menyebabkan seorang ibu muda mengalami baby blues.
1. Faktor kejiwaan
Bisa jadi karena hubungan yang kurang harmonis dengan sang suami sehingga menyebabkan depresi. Konsultasi dengan ahlinya bisa menjadi solusi sehingga bisa membangun hubungan dan rasa percaya dengan lebih baik.
2. Ibu muda yang terlalu perfeksionis
Hal ini bisa membuat depresi ketika apa yang diharapkan tidak terwujud. Misalnya, si ibu berharap memiliki suami teladan yang akan siap membantunya dalam merawat bayi. Namun, ternyata suami sibuk dengan pekerjaan dan hanya bisa membantu sekadarnya.
emakpintar.asia
3. Ibu muda merasa terpenjara
Kebiasaan yang dulunya bisa menghabiskan waktu bersama rekan atau kegiatan di luar rumah, melakukan apa yang disuka, sekarang harus merawat bayi. Hal ini tentu membuat bosan dan penat sehingga menyebabkan depresi.
4. Rasa cemburu
Rasa cemburu melihat kedekatan suami dengan bayi bisa juga menjadi penyebab. Ada yang menunjukkannya secara langsung tapi ada juga yang menyembunyikannya.
5. Ketidaksiapan finansial
Penting untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum merancang kehamilan sehingga dapat menghindari resiko baby blues yang berkepanjangan.
Setelah mengetahui informasi ini semoga berguna untuk ke depannya ya, moms. Komunikasikan selalu dengan pasangan apa yang menjadi beban kita. Juga jangan malu untuk meminta bantuan suami dan orang terdekat dalam merawat bayi.
Sumber: bidanku.com